Januari Menunggu

Januari..

Mungkin tak lagi bersedu sedan. Seperti dulu waktu kalian satu per satu pergi.

Sebab kesedihan selalu punya batasan. Tapi tidak dengan ingatan.

Maka kurawatlah kenangan akan kalian. Sebagai tanda cinta yang tiada berkesudahan.

Ada di manakah kalian sekarang?

Bertemukah kalian dalam awan-awan terang?

Rindukah kalian dengan kehidupan? Sedang kami masih bergelut dengan kengerian akan kematian.

“Seandainya mungkin cawan ini berlalu” tanpa merasa bersalah. Tak ubah menyalibkan Dia kali kedua. Lalu berkubang dalam dosa.

***

Ayah dan Ian

Kalian tetap kurindu

Sejak sepermula kita bertemu

Di sini, aku yang menunggu giliran.

7312

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *