Jejak Orang Kanaan di Tubuh Orang Libanon

Kanaan adalah adalah Tanah Perjanjian antara Tuhan dan Abraham. Orang Israel mengembara selama 40 tahun di gurun pasir menuju Kanaan setelah bebas dari perbudakan Mesir. Tapi mereka harus berhadapan dengan orang-orang Kanaan yang digambarkan sebagai sosok perkasa yang bikin ciut nyali orang Israel.

Para pengintai yang disebut dalam kitab Ulangan 1, mendeskripsikan orang Kanaan sebagai “Orang-orang yang lebih besar dan lebih tinggi dari pada orang Israel, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, tampak juga di antara mereka orang Enak atau orang yang bertubuh besar tak ubahnya raksasa”.

Di kitab Ulangan kemudian disebutkan bagaimana Tuhan memerintahkan agar orang Kanaan ditumpas. Sebab mereka menduduki tanah yang diwariskan Tuhan pada orang Israel. Perilaku mereka yang buruk tak memungkinkan orang-orang ini dibiarkan hidup berdampingan dengan orang Israel.

“Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apa pun yang bernafas, melainkan kautumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu” (Ulangan 20:16-17)

Tapi tak semua orang Kanaan ditumpas. Alkitab mencatat Rahab, perempuan yang membantu para pengintai, serta kelompok Gibeon, yang dibiarkan hidup karena mereka mau berubah. Lantas, masih adakah orang-orang Kanaan ini pada zaman sekarang?

Ternyata masih. Peneliti menemukan jejak mereka di dalam genetika orang-orang Libanon modern.

Adalah peneliti dari The Wellcome Trust Sanger Institute di Inggris, yang mengklaim telah menemukan genetika orang Kanaan di dalam diri orang-orang Lebanon modern saat ini. Mengutip Science News, penelitian mereka diterbitkan di American Journal of Human Genetics.

Menurut penjelasan peneliti itu, orang Kanaan aslinya adalah campuran orang lokal yang tinggal di desa-desa pertanian selama periode Neolitikum, dan migran dari timur yang tiba di sana sekitar 5.000 tahun lalu. “Orang Libanon saat ini kemungkinan besar keturunan orang Kanaan, tapi ada tambahan sedikit proporsi gen keturunan Eurasia yang tiba dengan penaklukan, seperti orang Asiria, Persia, atau Makedonia,” kata Marc Haber, salah satu penulis studi itu, seperti dilansir Science Daily.

Disebutkan bahwa orang Kanaan ini hidup di sebuah kawasan luas bernama Levant, sebuah kawasan di timur Laut Tengah, sekitar 3.000-4.000 tahun lalu. Kawasan ini sekarang menjadi wilayah dari Israel, Palestina, Lebanon, Suriah, dan Yordania.

Orang Kanaan menjalankan perdagangan dan koloni yang ekstensif di mediterania. Tapi sedikit sekali catatan dari dalam kelompok ini, kemungkinan besar karena mereka menulis di papirus, bukan di tanah liat. Jadi, kebanyakan pengetahuan kita mengenai orang Kanaan datang dari manuskrip kuno Mesir, Ibrani, dan Yunani.

Untuk mencari tahu soal orang Kanaan, peneliti merekonstruksikan genome dari lima orang Kanaan kuno berusia 3.700 tahun yang digali di Sidon. Peneliti membandingkannya dengan genome orang Eurasia kuno lain dan mengindikasikan bahwa nenek moyang orang Kanaan terpecah, setengah adalah petani di Levant dan setengah lagi adalah imigran yang tiba kemudian.

Peneliti kemudian membandingkan genetika orang Kanaan kuno tadi dengan genome orang Libanon modern. Diteliti lebih lanjut, bahwa 93 persen genome orang Libanon sekarang ternyata berasal dari orang Kanaan. Sedang 7 persen lainnya adalah sumbangan dari keturunan Eurasia.

Salah satu penulis studi itu, Chris Tyler-Smith, ahli genetika dari Wellcome Trust Sanger Institute di Hinxton, Inggris, mengaku kaget pada temuan itu. Pada besarnya dominasi gen orang Kanaan pada DNA orang Libanon modern. Tadinya dia menduga campuran gen yang lebih bervariasi sebab ada banyak orang yang melintas di Levant ribuan tahun terakhir.

Tapi, studi ini masih belum bisa menjelaskan gambaran lebih lengkap mengenai garis keturunan orang Kanaan, kata arkeolog dari UCLA, Aaron Burke. Pasalnya, baru lima orang Kanaan kuno yang diteliti genome-nya. Meski begitu, setidaknya bisa memberikan cuplikan sejarah yang menarik mengenai orang Kanaan.

Ilustrasi foto: bykst/pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *