Kado Faceversary Facebook (Mengingat Dunia Digital 9 Tahun Lalu)

Kemarin sebuah kado menarik diberikan oleh Facebook untuk saya. Sebuah video faceversary yang mengingatkan bahwa 28 November, sembilan tahun yang lalu, saya membuat akun Facebook pertama kali. Wow sudah 9 tahun!

Sesungguhnya itu video biasa saja. Tapi menjadi penting bagi saya, terkait dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini.

Akhir-akhir ini, membuka Facebook adalah kegiatan yang sangat menyesakkan. Tak hanya Facebook sebetulnya. Itu juga terjadi di Twitter dan jejaring sosial lain, bahkan di LinkedIn pun mulai ketularan. Banyak sekali fitnah bertebaran. Begitu juga ujaran kebencian.

Padahal, saya sangat memerlukan jejaring sosial ini. Sebagai tempat eksis, tempat bersosialisasi dan berbagi, serta sebagai tempat untuk mendistribusikan konten.

Selama beberapa waktu, setelah saya merenung-renung, mengingat-ingat, apa yang terjadi pada 9 tahun lalu itu,  saya jadi kangen masa-masa itu. Masa yang damai. Masa antusiasme pengguna sedang tumbuh merespons perkembangan teknologi yang dibawa Facebook dan jejaring sosial lainnya.

Jadi, kalau mau diingat-ingat, kira-kira inilah yang bisa saya ceritakan kembali untuk kalian:

Bandingkan Datanya

Begitu saya selesai membuat akun, 28 November 2007, saya menjadi satu dari sekitar 20.000.000 pengguna Facebook di seluruh dunia. Catat ya, seluruh dunia!

Di Indonesia, Facebook belum banyak dilirik pengguna Internet tanah air, yang saat itu baru mencapai sekitar 5 persen dari populasi (data Bank Dunia). Populasi kita saat itu adalah 231 juta orang. Sampai Februari 2009, pengguna Indonesia terdaftar di Facebook baru sekitar 1.333.000 orang.

Bandingkan dengan data sekarang. Saat ini pengguna Facebook di seluruh dunia sekitar 1.800.000.000 orang. Di Indonesia, pengguna Facebook (sampai Juni 2016) adalah 30.000.000 orang dari 132.700.000 pengguna Internet nasional. Menurut data eMarketer, Facebook masih menjadi platform media sosial terpopuler di negeri ini.

Ngapain saja pengguna Facebook pada 2007?

Saya ingat, selain berbagi status (kebanyakan tak penting, hehehe), aktivitas saya di Facebook adalah menambah pertemanan, tentu saja. Terus terang saya tak ingat bagaimana pertumbuhan daftar teman di friendlist saya. Tapi, yang jelas, dari hari ke hari saya berselancar di jejaring itu, mencari teman dan merespons ajakan pertemanan.

Siapa saja kelompok FRIEND yang muncul di sana? Kira-kira bisa saya kelompokkan ke dalam beberapa, yaitu: kelompok teman baru yang memiliki mutualism, kelompok teman yang benar-benar baru kenal, kelompok teman sekolah dari TK, SD sampai kuliah, kelompok saudara/kerabat, dan (ini tak boleh lupa), kelompok para mantan… Wkwkwkw.

Jejaring sosial apa yang ada saat itu?

Sudah pasti nama Friendster harus disebut. Sebab inilah jejaring sosial paling OK saat itu, menurut saya lho ya. Friendster didirikan pada 2002, tahun berikutnya lahir MySpace dan Hi5, lalu tahun berikutnya lagi, lahirlah Facebook.

Di Friendster kami membangun lingkaran pertemanan, berbagi cerita, hobi, konten dan multimedia. Friendster benar-benar jejaring sosial yang lengkap, sehingga dijuluki “Kakeknya Jejaring Sosial”.

Tapi layanannya kemudian kalah populer dibandingkan Facebook dan pada 2009, popularitasnya terus menurun. Seingat saya, hoax dan hate speech jarang sekali saya temukan di Friendster, Hi5, MySpace, dan bahkan Facebook saat itu.

O iya, kalian tahu, developer Indonesia juga mengembangkan jejaring sosial lokal lho. Saya ingat waktu itu yang cukup populer adalah Aku Cinta Sekolah (ACS), yang diluncurkan kalau tak salah, Mei 2007. Meski bisa disebut jejaring sosial, karena kita juga membangun lingkaran pertemanan, ACS ini lebih dibangun sebagai website komunitas sekolah dan alumni.

Smartphone apa yang ada pada 2007?

Sudah pasti, tahun 2007 dikenang di seluruh dunia sebagai tahun peluncuran Apple iPhone pertama. Saya ingat, edisi perdana iTempo (sisipan gaya hidup digital terbitan Koran Tempo yang saya asuh) pada 2007 membahas peluncuran smartphone ini. iPhone perdana ini tak masuk Indonesia dan penggunanya di sini, saat itu, bisa dihitung dengan jari. Mereka biasanya membeli di Amerika Serikat.

Harganya, alamak mahalnya. Padahal di Amerika Serikat sendiri US$399 saja.

Smartphone lain adalah Nokia N95. Ponsel ini sudah memiliki kamera belakang 5 Megapiksel, GPS, dan mediaplayer, serta konektivitas WiFi. Tak lupa juga BlackBerry 8300 Curve. Ini ponsel yang memakai kamera 2 MP dan tentu layanan push email BlackBerry yang legendaris itu. Vendor lain yang cukup populer lain saat itu adalah Motorola dengan andalannya RAZR. Ini ponsel lipat tipis yang penampilannya terbilang mewah.

***

Sembilan tahun yang lalu, dunia digital sedang menggeliat dan berkembang. Semua berkat Internet yang merevolusi dunia.

Bagaimana dengan manusianya? Saya belum sempat meriset. Sudah terlanjur sesak lagi, saat teringat betapa mengerikannya penyebaran fitnah dan kebencian di jejaring sosial saat ini. Ah sudahlah. Lain kalilah kita bahas yak.

Salam

Foto: Screenshot akun Facebook saya.

One thought on “Kado Faceversary Facebook (Mengingat Dunia Digital 9 Tahun Lalu)

  1. Pingback: iPhone, Satu Dekade - Bang Deds

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *