Belajar Tangguh dari Pak Tua: Stewart dan Stewart

Rod Stewart dan Jon Stewart. Nama pertama, dunia sudah mengenalnya sebagai penyanyi legendaris. Nama kedua? Saya baru mengetahuinya saat menonton tayangan “American Ninja Warrior”, baru-baru ini.

Stewart pertama adalah seorang penyanyi legendaris dari Inggris. Kiprahnya di industri musik dunia telah menempatkannya sebagai salah satu penyanyi terbaik sepanjang masa versi Billboard, Q Magazine, dan Rolling Stone.

Sedang Stewart kedua, adalah seorang pemanjat tebing dan manager konstruksi dari Washington City, Washington County. Namanya diperbincangkan dengan hangat lantaran lolos di babak final Oklahoma City dan melaju ke final nasional di Las Vegas.

Apa yang menghubungkan kedua Stewart itu, menurut saya? Mereka adalah sosok yang tangguh dengan caranya masing-masing. Mereka mencapai impiannya, tak peduli sesulit apapun tantangannya.

Rod Stewart divonis menderita kanker tiroid pada 2000, yang memaksanya untuk menjalani operasi. Operasi itu membuatnya terancam tak bisa menyanyi lagi. Meski terpaksa harus belajar menyanyi lagi, Rod Stewart maju terus sampai kini.

Sedang Jon Stewart berjuang dengan caranya sendiri. Kamu tahu, dia adalah atlet American Ninja Warrior tertua yang lolos ke Las Vegas. Itu bukan usaha pertama pria berusia 52 tahun itu.

Sudah tiga tahun berturut-turut Jon Stewart menjajal final kota dan pada tahun ketiga barulah dia lolos dan akhirnya masuk ke jajaran 15 atlet yang lolos ke Gunung Midoriyama di Las Vegas.

Belum selesai sampai di situ. Yang patut dicatat adalah apa yang sudah ditaklukkannya di babak final kota.

Hanya ada dua atlet yang menyelesaikan seluruh tantangan dan salah satunya adalah Jon Stewart, yang saat bertanding ditemani istri dan lima anaknya, termasuk si bungsu, Miriam, yang baru berusia 7 tahun.

Apa yang diperlihatkan kedua Stewart kita adalah bahwa tak ada kata ‘menyerah’ dalam kamus mereka. Penyakit berat macam kanker tak bikin Rod Stewart mundur dari panggung musik. Umur tak membuat Jon Stewart jerih menantang American Ninja dan lawan-lawan yang didominasi atlet-atlet muda penuh energi.

“Miriam itu punya banyak energi, menurut saya itu membantu saya tetap muda,” kata Stewart, sebelum bertanding menyelesaikan semua tantangan dengan penuh tenaga. Miriam, putri bungsunya, adalah inspirasinya.

Kamu, apa tantangan terbesar dalam hidupmu? Berusahalah dan taklukkan. Tak bisa sekali, coba lagi, tak bisa lagi, coba lagi. Ada kutipan yang selalu menguatkan saya: “Kegagalan adalah ketika kamu terlalu cepat berhenti”.

Foto: commons.wikimedia.org/gorri | cdn.deseretnews.com

One thought on “Belajar Tangguh dari Pak Tua: Stewart dan Stewart

  1. Pingback: Belajar Tangguh dari Pak Tua: Stewart dan Stewart - Petra Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *