Menguap

Kulihat cintamu menguap, bersama bening embun diterpa fajar..
geletarnya sirna ketika angin tak mau lagi bersenda.
Goyah pertahananku.
Hancur lebur pijakanku.
Meraih angin.
Merengkuh ketiadaan.

Aku tuntas menyisakan tubuh fana.
Kesempurnaan terasa jauh. Mampirpun enggan.
Mari sini. kasihanilah aku.
Tak ada lagi airmata disini.

Berbaikhatilah.
Sebelum kurampas semua rasa
Kutelan sendiri
Lalu aku tak lagi bisa berdiri

Camar –

Foto: ilyessuti/pixabay

One thought on “Menguap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *