Sains di Balik Perilaku Aneh Anjing dan Kucing

Kalau kamu memelihara anjing atau kucing, pasti ada beberapa perilaku mereka yang khas. Misalnya,  kucing ogah dimandikan? Serta beberapa perilaku lain.

Kamu tahu, perilaku ini ada penjelasannya menurut sains. Simak ya, seperti dirangkum oleh Livescience:

1. Kucing tak suka mandi
Kebanyakan kucing rumah tak suka air atau mandi. Sebaliknya anjing, sebagian tak masalah kalau terkena air atau dimandikan. Mengapa begitu?

Alasannya sebab tubuh kucing itu lebih lama kering dibandingkan anjing. Begitu kata Kelley Bollen, Direktur Program Perilaku di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Cornell.

Bisa jadi juga, kucing itu lebih suka merasakan keempat kakinya di permukaan yang solid ketimbang merasakan sensasi mengapung di air.

Sedangkan anjing, ada anjing yang memang dekat dengan air, seperti anjing air di Portugal dan spaniel dari Irlandia. Tapi kebanyakan anjing itu nyaman-nyaman saja basah-basahan ketika masih kanak-kanak. Sebaliknya, kucing tak suka.

2. Kucing suka stretching
Kucing sangat suka stretching alias peregangan. Ini rupanya bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah dan rasanya enak. Begitu ujar Andrew Cuff, peneliti di Royal Veterinary College di London. Kucing itu tidur antara 12 sampai 16 jam sehari. Jadi, mereka kurang banyak bergerak. Nah, stretching itu membantu mereka meningkatkan kembali tekanan darah yang menurun saat mereka tidur. Dan stretching membantu kucing untuk segera bergerak, misalnya mengejar tikus.

3. Mengapa anjing berputar dulu sebelum berbaring?
Anjing biasanya melakukan sebuah putaran sebelum berbaring. Perilaku ini, kata Leslie Irvine penulis buku If You Tame Me: Understanding Our Connection With Animals, berhubungan dengan nenek moyang anjing dari masa purba. Saat itu, anjing liar akan berjalan dalam lingkaran untuk membuat sarang. Ini juga berguna mengusir ular atau serangga yang dapat mengganggu sarangnya. Sarang juga menjadi penanda teritorial bagi anjing, supaya anjing lain menjauh.

4. Anjing pup menghadap utara atau selatan
Coba perhatikan, sebagian anjing pup dengan orientasi Utara-Selatan atau sebaliknya. Para peneliti sampai menghabiskan waktu 2 tahun meneliti 70 ekor anjing dari berbagai ras, untuk mencari tahu mengapa ada perilaku semacam itu. Mereka hanya berkesimpulan bahwa 57 ekor yang mereka teliti, memang cenderung pup dengan orientasi Utara-Selatan atau sebaliknya. Apa sebabnya? Penelitian yang dimuat di jurnal Frontiers in Zoology itu belum memastikan.

5. Kucing menguburkan kotorannya
Kucing biasanya menguburkan kotoran mereka setelah pup. Menurut penelitian, itu adalah upaya kucing untuk menghindari predator.

6. Kucing bawa pulang bangkai
Banyak kucing masih memiliki perilaku membawa pulang bangkai hewan yang mereka bunuh, seperti tikus, burung, dan sebagainya. Padahal mereka sudah diberi makan oleh tuannya. Menurut penelitian, ini adalah perilaku purba yang tak hilang sejak kucing didomestikasi pada 10.000 tahun lalu. Sebabnya, kucing itu memang hewan yang suka memakan beberapa macam makanan setiap hari. Istilahnya suka berganti-ganti menu.

7. Anjing tak suka cokelat
Bukan hanya sekadar tak suka, cokelat itu berbahaya bagi kesehatan anjing. Cokelat yang mengandung theobromine dan kafein yang bisa membuat anjing sakit perut dan diare. Detak jantungnya bisa meningkat dan ia akan terlalu aktif gara-gara kafein.  Detak jantung tak beraturan bisa membuat sirkulasi darah anjing jadi buruk dan temperatur tubuhnya turun. Pada kondisi yang ekstrem, anjing bisa mati.

8. Apakah anjing berkeringat?
Anjing itu termasuk hewan yang aktif. Tapi apakah dia berkeringat seperti manusia? Ya. Anjing juga bisa berkeringat, tapi tak di sekujur tubuhnya. Sebab kelenjar keringat hanya ada di bagian cakar dan hidung.

9. Mengapa anjing saling mencium bokong?
Menurut artikel di Jurnal of Chemical Ecology, perilaku ini adalah bentuk komunikasi dan penyebaran informasi antar anjing. Sebab bokong mereka mengandung senyawa kimia dan bebauan yang khas. Tapi para ahli belum tahu, apa informasi yang disebarkan melalui senyawa kimia dan bebauan itu.

10. Mengapa anjing makan kotoran?
Perilaku ini dinamakan coprophagia. Kadang-kadang terjadi karena anjing itu sedang tak sehat dan butuh nutrisi lain. Tapi kadang, anjing sehat juga melakukannya.

Menurut penelitian, itu ada hubungannya dengan perilaku memulung pada evolusi anjing. Ada juga ide yang menyebutkan bahwa coprophagia itu adalah perilaku belajar. Atau, ada juga yang mengatakan itu karena anjing merasa bosan.

11. Kucing lebih cerdas ketimbang anjing?
Sebetulnya ini masih diperdebatkan. Tapi sebagai perbandingan saja, otak kucing itu 0,9 persen dari massa tubuhnya. Sedangkan anjing adalah 1,2 persen.

Kucing punya 300 juta syaraf di cerebral cortex, area untuk memproses informasi. Sedangkan anjing punya 160 juta syaraf di bagian itu.

Yang jelas, anjing didomestikasi 20.000 tahun lalu, lebih dahulu ketimbang kucing. Anjing memang lebih mudah berinteraksi dengan manusia.

12. Anjing suka mengejar ekor sendiri
Menurut artikel di Canine Journal, ini ada hubungannya dengan insting berburu anjing, meski dia sudah didomestikasi. Tapi, ada juga hubungannya dengan upaya anjing mengatasi kutu di sana.

13. Kucing pilih-pilih makan
Jangan sedih kalau kucingmu tak mau menyantap makanan yang disediakan. Ada dugaan, kucing juga mampu menghitung kebutuhan nutrisinya. Mereka itu, menurut studi di jurnal Royal Society Open Science, butuh makanan dengan rasio protein dan lemak sebesar 1 : 0,4. Bagaimana caranya ia mendeteksi rasio ini? Masih misterius.

14. Kucing selalu mendarat dengan kaki
Kucing ternyata memiliki keseimbangan tubuh yang luar biasa dan tulang belakang yang ekstra fleksibel. Sebab, kucing punya lebih banyak tulang belakang ketimbang manusia. Ini membuat mereka bisa memutar tubuhnya saat di udara dan mendarat dengan tepat.

Foto: Vylip/Pixabay

One thought on “Sains di Balik Perilaku Aneh Anjing dan Kucing

  1. Pingback: Sains di Balik Perilaku Aneh Anjing dan Kucing - Petra Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *