Perempuan Perkasa

PEREMPUAN PERKASA

Perempuan perkasa kamu
menanggung kesakitan
kutuk warisan masa lalu
Tapi kau lalui
dengan terengah
teriak
mengaduh
Nyaris kehilangan kesadaran
Sungguh perkasamu
Kau tanggung semua
sebagai sebuah takdir
Tak perlu dipertanya

Kau bergelimang
di genangan darahmu sendiri
Bersabar
sembari berusaha
sampai putri lahir
grbha grha terbuka sudah
gerbang kehidupan
si bocah idaman
terkuak menyambut malam melarut

Keringatmu mengucur
nafasmu memburu
selintas melambat
Pertaruhanmu jiwa
yang terlepas

di malam itu
dari rahimmu telah lahir
bocah yang kita peranakkan
dengan cinta dan harapan
Seandainya bisa
berbagilah kesakitan itu denganku
Tapi senyum sekelebat mata
tersungging itu
membuatku kembali sadar,
kau terlahir sebagai perempuan perkasa
juga bocah itu, nanti.

7312, 19 Oktober 2006

Untuk Istriku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *