Biar bagaimanapun, tugas baru di tempat baru tetap saja tak semudah yang dibayangkan orang. Begitulah yang terjadi hampir dua pekan sejak aku menduduki tempat baru di kantor baru. Semua serba baru, termasuk ritme kerja dan rutinitas.

Kadang-kadang aku terhenyak pada keraguan diri sendiri. Rasanya sulit bisa menelurkan sesuatu yang luar biasa bagi institusi in, selain menjalaninya bak sebuah rutinitas baru. “Pas banderol,” kata Faisal, seorang temanku di kantor yang lama.

Barangkali Faisal benar. Hanya itulah yang sanggup aku lakukan setakat ini oleh karena berbagai keterbatasan diri sendiri. Seraya berharap suatu ketika ada mujizat Tuhan, bahwa aku bisa melakukan sesuatu yang bisa diingat, setidaknya untuk kenangan sendiri.

Di sisi lain, aku bersyukur kini tak ada lagi halangan untuk menikmati akhir pekan di bait Allah. Aku pikir, ini jawaban doa yang seringkali aku sampaikan ke langit. Bahwa aku butuh saat-saat itu sebagai momentum yang tak boleh diganggu atau digugat oleh kegiatan dan acara lainnya. Hari itu saatnya persekutuan dengan yang Illahi dan keluarga CLF.

7312, 25 Oktober 2005

4 thoughts on “

  1. Sean Biggler Reply

    Very interesting blog. Can I bookmark you and come back?I would also love to tell my brother about your blog (he’d really like it) but I won’t if you would rather I didn’t…I have a < HREF="http://www.magicalkissing.com" REL="nofollow">making out<> site/blog. It pretty much covers making out related stuff. Just getting started with it if you want to give me some pointers…Come check it out and visit my blog if you can spare a minute.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *