Cinta itu bertaburan di udara, seperti bintang tua
Dia tetap ada, meski siang membunuh malam

Cinta itu juga bertebaran di permukaan tanah seperti biji sesawi
Bertumbuh, berakar, dan berbuah

Cinta pun terapung di air seperti jerami
Kebenaran yang tak mungkin tersembunyi

Berpendaran di perut kunang-kunang
dan malam kita pun berkelap kelip

Aku ingin mencintai dengan cinta yang tak biasa
Cinta yang membawamu menikmati siang yang terbunuh
Dia berakar dan berbuah kehidupan
Kebenaran yang terungkap
Seperti pertanda di jalan tanpa arah

Meski mungkin aku akan memandang dari kejauhan
membiarkan waktu memilihkan jawaban
dari pertanyaan yang mestinya
tak perlu terucapkan
Atau meski hatinya berlabuh di perhentian lain

camar

5 thoughts on “

  1. Anggi Kusumah Reply

    Suer, gw suka banget sama puisi ini.“menikmati cinta untuk membunuh siang yang jenuh…”….….­čÖékalo mau cinta yang tidak biasa, temukan wanita yang tidak biasa juga. thats d key..

  2. putrisafeby Reply

    Siapakah wanita yang tidak biasa itu?“Hari hari kekuasaanku adalah rintangan bagikuUntuk memahami arti sebuah cinta dan keindahan hidupNamun tatkala aku melihat engkau…Cinta bangkit dan merombak-rombak rintangan itu”

  3. Anggi Kusumah Reply

    kok jadi chatting ya? hehheheh….ayo ayo, kita schedule kan bulan depan untuk hang out lagi…berempat sama laki gw…:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *