One thought on “Jenuh

  1. Sari Sardjono Reply

    Layaknya burung camar yang lahir hingga dia dewasaSeperti musim yang bersemi memekarkan kelopak-kelopak bungaHingga gelap daun jatuh berguguranSemua karena bola dunia ini berputar Pabila kita hanya diam disatu sisienggan merasakan hitam dan putihKau akan hidup dalam kehampaanyang tak kenal rasa dan maknaSegeralah kau warnai dirimu-sari- (nyambung gak seh he…he..)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *