Tiga kematian

Tubuhnya renta

Terbalut ulos berukir emas

Penanda akhir yang bahagia

Saurmatua kata mereka..

Perpisahan kataku.

Satu kematian lain

Tentang hati

Pupus sudah harap

Tersimpan meski itu salah

Dua purnama lagi

Dia menjadi milik orang

Kematian ketiga

Tentang kecewa dan sesal

Merutuk diri

Memaki

Menghujam kedalaman

Dia bilang itu permainan

Aku tergugu..

Tiga kematian

Nyaris sepekan

Saat kutilasi kota itu

Air mataku sulit terbagi

tiga kematian

Kutinggalkan

Karena sebuah kehidupan mengajakku bercumbu.

“AKu pulang sayang!”

7312. Untuk Ompung, Lisna, dan Christina.. 19 April 2004. 20.30

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *